“ Banyak hal yang aku dapatkan ketika ku mengenalmu terutama Ilmu bisnis, yaa… salahsatunya gara gara kamu Brownies Cinta”
Aku pertamakali mengenal Brownies Cinta (Brownies Cinta) saat salah satu teman menanyankan tentang brocin. Seingatku, waktu itu saat acara genpro kampus. Yaa.. di acara itu, saat pak ketua Genpro menanyakan hal itu padaku.
Pemilik Brownies Cinta, Pak Fauzi adalah pemilik dari usaha Brownies Cinta tersebut. Beliau juga merupakan mentor dari grup Genpro Kampus. Setiap bulannya kami mengadakan pertemuan dengan beliau untuk mengasah dan menambah ilmu kami terkait bisnis. Kami sering menyebut pelatihan Genpro tersebut dengan nama GMB.
Waktu itu pertama kalinya aku mengikuti acara GMB. Seingatku ada sekitar 30 orang yang tergabung dalam grup GMB tersebut. Walaupun sampai sekarang aku tak tahu singkatan dari GMB tersebut. Hehehe… harap maklum kawan.
Masih terfikir dalam benakku, aku cukup menanti nanti acara tersebut.
Aku adalah seorang yang haus akan ilmu terutama ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bisnis. Betemu dengan para pebisnis dikota solo adalah keinginanku. Karena itulah aku mengikuti GMB supaya dapat di damping oleh salahsatu pengusaha dikota solo, yang pastinya sudah memiliki banyak pengelaman dan memakan asam garam kehidupan.
Tibalah waktu yang dinanti, yaitu pelaksanaan GMB, dalam pemberitahuan acara tersebut bertempat di Pondok Preneur daeah dekat kampus UNS. Masih tercatat dan terdokumentasikan dalam HP ku tanggal 3 Februari 2017. Aku adalah peserta pertama yang datang kesana, namun cukup mengecewakan bagiku karena pesertanya hanya sedikit. Ya hanya 3 orang, itu saja 2 orang mas ketua bersama dengan istrinya. Padahal aku hampir saja pulang, karena sudah cukup menunggu lama, namun teman teman tak ada yang kunjung datang.
Berhubung hanya 3 orang saja akhirnya kita memutuskan untuk pergi berkunjung kerumah Pak Fauzi di daerah Karangannyar. Dimana rumah tersebut juga dijadikan sebagai tempat usaha beliau Brownies Cinta tepatnya di Jalan Bradansari belakang Mitra Karanganyyar utara alun-alun Karanganyar. Disana juga merupakan pusat dari usaha Brocin.
Kekecewaanku tidak begitu lama karena terbalaskan dengan ilmu serta pengalaman bisnis yang luar biasa menurutku. Bisa berkunjung. Melihat langsung tempat usaha brocin, dan saling sharing dengan pemilik brownies cinta merupakan suatu anugerah yang harus aku syukuri. Yang mana semakin memantapkan jalanku untuk membuka bisnis sendiri. Walaupun saat itu aku juga memiliki bisnis franchise bersama teman saya yaitu franchise bubur bayi. Tapi sayangnya sekarang sudah tidak saya urus lagi… Pengen tahu kenapa?? Ehmmmm, ah sudahlah nanti malah membuka luka lama… hehehe.
Oke kembali ke topik ya..
Walaupun pesertanya hanya 3 orang saja, namun berjalan dengan sangat efektif menurutku. Kerena apa? Karena aku menjadi sangat termotivasi dengan apa yang di sampaikan oleh Pak Fauzi. Banyak pengalaman dan ilmu bisnis yang aku dapatkan dari beliau terutama dari segi pencatatan dan menejemen keuangan.
Setiap hal yang masuk dan keluar dalam bisnis atau usaha kita harus di catat tutunya. Beliau juga melakukan itu pada usahanya sejak usahanya kecil sampai seperti sekarang ini.
Oh ada satu hal lagi yang cukup membuat saya kagum pada beliau. Walaupun beliau adalah pemilik atau owner dari brocin beliau tidak mengambil uang bisnis semena mena, beliau minta di gaji dengan gaji sesuai dengan persetujuan. Ibaratnya, mau omset naik jika memang kesepakatan gaji beliau segitu ya segitu.
Pernah juga beliau bercerita bahwa gaji beliau kebanyakan, beliau pun mengembalikan kelebihan gaji tersebut. Kecee dan keren abizzz lah menurutku. Jarang sekali seorang pengusaha berfikir untuk di gaji. Kebanyakan pengusaha akan mengambil sebanyak banyaknya keuntungan yang di dapat untuk kebutuhan pribadinya. Ya aku juga seringkali melakukan itu,,, hehehe, tiba-tiba habis saja uang modal usahanya karena dipakai untuk kebutuhan.

Beliau menerapkan itu sejak bisnis beliau kecil hingga sebesar sekarang ini. Pak ketua genpro bilang bahwa jika omset brownies cinta mencapai 200 juta perbulan. Waktu itu tahun 2017, coba sekarang sudah tahun 2018 dimana saat itu brocin baru memiliki 2 outlet yaitu di Karangannyar dan Tawangmangu. Sekarang alhamdulilah sudah banyak cabang saya lihat, seperti Sragen,Solo, dan Sukoharjo.
Hehehe… ada yang cukup lucu saat berkunjung kesana yaitu waktu akan pulang. Mumpung disana pengen mencoba bagaimana rasanya brownies cinta. Ya akhirnya aku beli deh satu kotak brocin hitam putih kalau tidak salah hargany 38 rb. Harga yang cukup ekonomis untuk satu kotak brownies dengan 2 varian rasa hitam dan putih, walaupun pak ketua berharap kami mendapat oleh-oleh brownies sebenernya. Brownies cinta gratis gitu… heheheh.
Oh ya tapi tenang saja, akhirnya aku dapat brownies gratis kok dari brownies cinta. Mau tahu ceritanya ada dicerita selanjutnya.. “ Brownies cinta manisnya pas, teksturnya lembut, coklatnya kerasa, dan satulagi gak bikin neg lho..”